Minggu, 08 Maret 2020

Shahih Sunan Abu Daud Kitab PUASA 9. Jika Hilal pada Suatu Tempat telah Terlihat Satu Malam sebelum Dilihat oleh yang Lain


كُرَيْبٌ أَنَّ أُمَّ الْفَضْلِ ابْنَةَ الْحَارِثِ بَعَثَتْهُ إِلَى مُعَاوِيَةَ بِالشَّامِ قَالَ فَقَدِمْتُ الشَّامَ فَقَضَيْتُ حَاجَتَهَا فَاسْتَهَلَّ رَمَضَانُ وَأَنَا بِالشَّامِ فَرَأَيْنَا الْهِلَالَ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ ثُمَّ قَدِمْتُ الْمَدِينَةَ فِي آخِرِ الشَّهْرَ فَسَأَلَنِي ابْنُ عَبَّاسٍ ثُمَّ ذَكَرَ الْهِلَالَ فَقَالَ مَتَى رَأَيْتُمْ الْهِلَالَ قُلْتُ رَأَيْتُهُ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ قَالَ أَنْتَ رَأَيْتَهُ قُلْتُ نَعَمْ وَرَآهُ النَّاسُ وَصَامُوا وَصَامَ مُعَاوِيَةُ قَالَ لَكِنَّا رَأَيْنَاهُ لَيْلَةَ السَّبْتِ فَلَا نَزَالُ نَصُومُهُ حَتَّى نُكْمِلَ الثَّلَاثِينَ أَوْ نَرَاهُ فَقُلْتُ أَفَلَا تَكْتَفِي بِرُؤْيَةِ مُعَاوِيَةَ وَصِيَامِهِ قَالَ لَا هَكَذَا أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

2332. Dari Kuraib, ia berkata: Ummu Al Fadhl —anak perempuan Al Harits— mengutusnya untuk menghadap Mua'wiyah yang sedang berada di Syam. Ia melanjutkan perkataannya: "Aku tiba di Syam dan melaksanakan perintah Ummu Al Fadhl, kemudian tampaklah hilal bulan Ramadhan, pada malam Jum'at. Setelah itu aku sampai di Madinah pada akhir bulan. Ibnu Abbas bertanya kepadaku, kemudian ia (Ibnu Abbas) menuturkan tentang hilal. Ia (Ibnu Abbas) bertanya, "Kapan kalian melihat hilal?" Aku menjawab, "Pada malam Jum'at." Ia bertanya lagi, "Kamu melihatnya?" Aku menjawab, "Ya." Orang-orang juga melihatnya, maka mereka semua berpuasa, begitu juga Mua'wiyah. Ibnu Abbas berkata, "Akan tetapi kami melihatnya pada malam Sabtu, sehingga kami belum berpuasa sampai kami menyempurnakan hitungan tiga puluh atau kami melihat hilal." Aku berkata, "Apakah tidak cukup dengan penglihatan hilal dan puasa yang dilakukan oleh Mua'wiyah?" Ibnu Abbas berkata, "Tidak." demikianlah Rasulullah SAW menyuruh kami." (Shahih: Muslim)

عَنْ الْحَسَنِ فِي رَجُلٍ كَانَ بِمِصْرٍ مِنْ الْأَمْصَارِ فَصَامَ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَشَهِدَ رَجُلَانِ أَنَّهُمَا رَأَيَا الْهِلَالَ لَيْلَةَ الْأَحَدِ فَقَالَ لَا يَقْضِي ذَلِكَ الْيَوْمَ الرَّجُلُ وَلَا أَهْلُ مِصْرِهِ إِلَّا أَنْ يَعْلَمُوا أَنَّ أَهْلَ مِصْرٍ مِنْ أَمْصَارِ الْمُسْلِمِينَ قَدْ صَامُوا يَوْمَ الْأَحَدِ فَيَقْضُونَهُ

2333. Dari Al Hasan, ia berkata (tentang seorang laki-laki yang berada di suatu daerah): Ia berpuasa pada hari Senin dan ada dua laki-laki yang bersaksi melihat hilal pada malam Minggu. Ia berkata, "Pada hari itu tidak seorang pun bahkan penduduk daerah yang mengerjakannya (puasa Ramadhan) kecuali mereka mengetahui bahwa salah satu penduduk daerah muslim telah berpuasa pada hari Ahad, kemudian mereka mengerjakannya." {Shahih Maqtu')

Tidak ada komentar:

Posting Komentar