نَافِعًا أَخْبَرَهُ عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ قَالَ
نَافِعٌ وَقَدْ أَرَانِي عَبْدُ اللَّهِ الْمَكَانَ الَّذِي كَانَ
يَعْتَكِفُ فِيهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ
الْمَسْجِدِ
2465.
Dari Nafi', dari Ibnu Umar: Nabi SAW dulu beri'tikaf pada sepuluh hari
akhir pada bulan Ramadhan. Nafi' berkata, "Sungguh, Abdullah telah
memperlihatkan padaku tempat yang dulu dipakai Nabi SAW untuk beri'tikaf
di dalam masjid itu." (Shahih: Muslim dan Bukhari)
Dalam redaksi Bukhari tidak ada ucapan nafi', "Sungguh, Abdullah."
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ كَانَ
النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْتَكِفُ كُلَّ رَمَضَانَ
عَشَرَةَ أَيَّامٍ فَلَمَّا كَانَ الْعَامُ الَّذِي قُبِضَ فِيهِ
اعْتَكَفَ عِشْرِينَ يَوْمًا
2466.
Dari Abu Hurairah, ia berkata: Nabi SAW selalu berti'tikaf setiap bulan
Ramadhan selama sepuluh hari. Namun ketika pada tahun Nabi dipanggil
oleh Allah (meninggal dunia), beliau beri'tikaf selama dua puluh hari. (Shahih: Bukhari)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar