عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّا أُمَّةٌ
أُمِّيَّةٌ لَا نَكْتُبُ وَلَا نَحْسُبُ الشَّهْرُ هَكَذَا وَهَكَذَا
وَهَكَذَا وَخَنَسَ سُلَيْمَانُ أُصْبُعَهُ فِي الثَّالِثَةِ يَعْنِي
تِسْعًا وَعِشْرِينَ وَثَلَاثِينَ
2319. Dari Ibnu Umar, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Kita adalah umat yang ummi, kita tidak dapat menulis dan menghitung, satu bulan adalah begini, begini, dan begini." Sulaiman (perawi hadits) memberi isyarat dengan menggenggam jarinya yang menunjukkan 29 dan 30. (Shahih: Muttafaq 'Alaih)
عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الشَّهْرُ تِسْعٌ
وَعِشْرُونَ فَلَا تَصُومُوا حَتَّى تَرَوْهُ وَلَا تُفْطِرُوا حَتَّى
تَرَوْهُ فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَاقْدُرُوا لَهُ ثَلَاثِينَ قَالَ
فَكَانَ ابْنُ عُمَرَ إِذَا كَانَ شَعْبَانُ تِسْعًا وَعِشْرِينَ نَظَرَ
لَهُ فَإِنْ رُئِيَ فَذَاكَ وَإِنْ لَمْ يُرَ وَلَمْ يَحُلْ دُونَ
مَنْظَرِهِ سَحَابٌ وَلَا قَتَرَةٌ أَصْبَحَ مُفْطِرًا فَإِنْ حَالَ دُونَ
مَنْظَرِهِ سَحَابٌ أَوْ قَتَرَةٌ أَصْبَحَ صَائِمًا قَالَ فَكَانَ ابْنُ
عُمَرَ يُفْطِرُ مَعَ النَّاسِ وَلَا يَأْخُذُ بِهَذَا الْحِسَابِ
2320. Dari Ibnu Umar, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Satu
bulan ada 29 hari, maka janganlah kalian berpuasa sampai benar-benar
melihat hitungan bulan juga janganlah berbuka puasa sampai benar-benar
melihat hitungan bulan. Jadi, apabila membingungkan (terjadi mendung),
sempurnakanlah hitungannya sampai 30 hari. "
Perawi
hadits mengatakan: Ibnu Umar ketika bulan Sya'ban berjumlah 29 hari,
maka beliau memantau bulan terlebih dahulu, dan apabila bulan Ramadhan
sudah nampak, maka beliau berpuasa, tapi apabila belum nampak dan dalam
pandangan beliau tidak terhalang mendung maka beliau tidak puasa, namun
apabila dalam pandangannya terhalang mendung, maka beliau puasa.
Perawi hadits menuturkan: Ibnu Umar tidak puasa seperti halnya kebanyakan orang dan beliau tidak mengambil hisab (hitungan). (Shahih: Muttafaq 'Alaih)
Hadits ini tidak menyebutkan, "Ibnu Umar pernah...."
أَيُّوبُ
قَالَ كَتَبَ عُمَرُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ إِلَى أَهْلِ الْبَصْرَةِ
بَلَغَنَا عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْوَ
حَدِيثِ ابْنِ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
زَادَ وَإِنَّ أَحْسَنَ مَا يُقْدَرُ لَهُ أَنَّا إِذَا رَأَيْنَا هِلَالَ
شَعْبَانَ لِكَذَا وَكَذَا فَالصَّوْمُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ لِكَذَا وَكَذَا
إِلَّا أَنْ تَرَوْا الْهِلَالَ قَبْلَ ذَلِكَ
2321.
Dari Ayyub, ia berkata: Umar bin Abdul Aziz pernah menulis surat kepada
penduduk Bashrah. Telah disampaikan sebuah hadits kepada kami dari
Rasulullah... seperti haditsnya Ibnu Umar di atas. Dari Nabi SAW, dengan
tambahan kalimat seperti berikut, "Sesuatu yang lebih baik dilakukan
adalah ketika kita melihat bulan Sya'ban (harinya berjumlah berapa),
maka puasa insyaallah begini dan begini, kecuali kalian sudah melihat
hilal sebelumnya." {Shahih: Maqthu')
عَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ قَالَ لَمَا صُمْنَا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تِسْعًا وَعِشْرِينَ أَكْثَرَ مِمَّا صُمْنَا مَعَهُ ثَلَاثِينَ
2322.
Dari Ibnu Mas'ud, ia berkata, "Sungguh, puasa berjumlah 29 hari, yang
kami lakuan bersama Nabi lebih banyak daripada yang berjumlah 30 hari." {Shahih)
عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي بَكْرَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ شَهْرَا عِيدٍ لَا يَنْقُصَانِ رَمَضَانُ وَذُو الْحِجَّةِ
2323. Dari Abu Bakrah, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda, "Ada dua bulan Id (lebaran) yang tidak berkurang, yaitu Ramadhan dan Dzulhijjah. " {Shahih: Muttafaq 'Alaih)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar