Minggu, 08 Maret 2020

Shahih Sunan Abu Daud Kitab PUASA 12. Kemakruhan Menyambung Puasa Sya'ban dengan Puasa Ramadhan


عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ قَدِمَ عَبَّادُ بْنُ كَثِيرٍ الْمَدِينَةَ فَمَالَ إِلَى مَجْلِسِ الْعَلَاءِ فَأَخَذَ بِيَدِهِ فَأَقَامَهُ ثُمَّ قَالَ اللَّهُمَّ إِنَّ هَذَا يُحَدِّثُ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا انْتَصَفَ شَعْبَانُ فَلَا تَصُومُوا فَقَالَ الْعَلَاءُ اللَّهُمَّ إِنَّ أَبِي حَدَّثَنِي عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِذَلِكَ

2337. Dari Abdul Aziz bin Muhammad, ia berkata: Abbad bin Katsir datang ke Madinah, kemudian ia hendak menuju pertemuan Al Ala, setelah itu Al Ala menarik tangan Abbad dan mempersilakannya duduk, kemudian berkata, "Orang ini akan menceritakan sebuah hadits yang diriwayatkan dari bapaknya, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Jika bulan Sya'ban sudah mencapai pertengahan maka janganlah berpuasa. " Al Ala' berkata, "Sungguh, bapakku telah bercerita kepadaku, dari Abu Hurairah dari Nabi SAW (tentang hal tersebut)." (Shahih)

قَالَ أَبُو دَاوُد وَكَانَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ لَا يُحَدِّثُ بِهِ قُلْتُ لِأَحْمَدَ لِمَ قَالَ لِأَنَّهُ كَانَ عِنْدَهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَصِلُ شَعْبَانَ بِرَمَضَانَ

Abu Daud berkata: "Abdurrahman tidak meriwayatkan hadits ini. Lalu aku tanyakan kepada Ahmad, 'Mengapa?' Ia menjawab, 'Karena redaksi hadits yang berasal darinya adalah: Rasulullah SAW menyambung puasa Sya'ban dengan (puasa) Ramadhan'."

قَالَ أَبُو دَاوُد وَلَيْسَ هَذَا عِنْدِي خِلَافُهُ وَلَمْ يَجِئْ بِهِ غَيْرُ الْعَلَاءِ عَنْ أَبِيهِ

Abu Daud berkata lagi, "Menurutku hadits yang diriwayatkan oleh selain Al Ala" dan dari ayahnya adalah tidak benar."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar