عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ قَدِمَ
عَبَّادُ بْنُ كَثِيرٍ الْمَدِينَةَ فَمَالَ إِلَى مَجْلِسِ الْعَلَاءِ
فَأَخَذَ بِيَدِهِ فَأَقَامَهُ ثُمَّ قَالَ اللَّهُمَّ إِنَّ هَذَا
يُحَدِّثُ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا انْتَصَفَ شَعْبَانُ فَلَا
تَصُومُوا فَقَالَ
الْعَلَاءُ اللَّهُمَّ إِنَّ أَبِي حَدَّثَنِي عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ
النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِذَلِكَ
2337.
Dari Abdul Aziz bin Muhammad, ia berkata: Abbad bin Katsir datang ke
Madinah, kemudian ia hendak menuju pertemuan Al Ala, setelah itu Al Ala
menarik tangan Abbad dan mempersilakannya duduk, kemudian berkata,
"Orang ini akan menceritakan sebuah hadits yang diriwayatkan dari
bapaknya, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Jika bulan Sya'ban sudah mencapai pertengahan maka janganlah berpuasa. " Al Ala' berkata, "Sungguh, bapakku telah bercerita kepadaku, dari Abu Hurairah dari Nabi SAW (tentang hal tersebut)." (Shahih)
قَالَ
أَبُو دَاوُد وَكَانَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ لَا يُحَدِّثُ بِهِ قُلْتُ
لِأَحْمَدَ لِمَ قَالَ لِأَنَّهُ كَانَ عِنْدَهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَصِلُ شَعْبَانَ بِرَمَضَانَ
Abu
Daud berkata: "Abdurrahman tidak meriwayatkan hadits ini. Lalu aku
tanyakan kepada Ahmad, 'Mengapa?' Ia menjawab, 'Karena redaksi hadits
yang berasal darinya adalah: Rasulullah SAW menyambung puasa Sya'ban
dengan (puasa) Ramadhan'."
قَالَ أَبُو دَاوُد وَلَيْسَ هَذَا عِنْدِي خِلَافُهُ وَلَمْ يَجِئْ بِهِ غَيْرُ الْعَلَاءِ عَنْ أَبِيهِ
Abu Daud berkata lagi, "Menurutku hadits yang diriwayatkan oleh selain Al Ala" dan dari ayahnya adalah tidak benar."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar