Minggu, 08 Maret 2020

Shahih Sunan Abu Daud Kitab PUASA 33. Mencium bagi Orang yang Berpuasa


عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُقَبِّلُ وَهُوَ صَائِمٌ وَيُبَاشِرُ وَهُوَ صَائِمٌ وَلَكِنَّهُ كَانَ أَمْلَكَ لِإِرْبِهِ

2382. Dari Aisyah, ia berkata: Rasulullah pernah mencium saat beliau sedang berpuasa. Beliau juga pemah berkumpul (bermesraan) dengan istrinya saat beliau sedang berpuasa. Tetapi (itu) beliau (lakukan karena beliau) lebih mampu mengendalikan nafsunya. (Shahih: Muttafaq 'Alaih).

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُقَبِّلُ فِي شَهْرِ الصَّوْمِ

2383. Dari Aisyah, ia berkata: Rasulullah pernah mencium dalam bulan puasa. (Shahih: Muslim)

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُقَبِّلُنِي وَهُوَ صَائِمٌ وَأَنَا صَائِمَةٌ

2384. Dari Aisyah RA, ia berkata: Rasululllah pernah menciumku saat beliau dan aku sedang berpuasa. (Shahih)

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قَالَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ هَشَشْتُ فَقَبَّلْتُ وَأَنَا صَائِمٌ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ صَنَعْتُ الْيَوْمَ أَمْرًا عَظِيمًا قَبَّلْتُ وَأَنَا صَائِمٌ قَالَ أَرَأَيْتَ لَوْ مَضْمَضْتَ مِنْ الْمَاءِ وَأَنْتَ صَائِمٌ قَالَ عِيسَى بْنُ حَمَّادٍ فِي حَدِيثِهِ قُلْتُ لَا بَأْسَ بِهِ ثُمَّ اتَّفَقَا قَالَ فَمَهْ

2385. Diriwayatkan dari Jabir bin Abdillah ia berkata, Umar bin Al Khaththab berkata: Aku merindukannya, maka aku mencium (istri), sementara aku sedang berpuasa. Aku lalu mengadu kepada Nabi, "Wahai Rasulullah, hari ini aku telah berbuat perkara yang besar, karena aku telah mencium (istri) saat aku sedang puasa." Rasulullah lalu bersabda, "Bagaimana menurutmu bila kamu berkumur dengan air saat kamu sedang puasa? " Aku menjawab, "Tidak apa-apa" Nabi pun bersabda, "Ya, lalu kenapa (ditanyakan)? " (Shahih)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar