Senin, 09 Maret 2020

Shahih Sunan Abu Daud Kitab PUASA 81. Orang yang Istihadhah Beri'tikaf


عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ اعْتَكَفَتْ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ امْرَأَةٌ مِنْ أَزْوَاجِهِ فَكَانَتْ تَرَى الصُّفْرَةَ وَالْحُمْرَةَ فَرُبَّمَا وَضَعْنَا الطَّسْتَ تَحْتَهَا وَهِيَ تُصَلِّي

2476. Dari Aisyah, ia berkata, "Salah seorang istri Nabi SAW beri'tikaf dengannya, lalu ia melihat warna kekuning-kuningan dan kemerah-merahan (darah istihadhah), mungkin ia telah meletakkan secarik kapas di bawahnya, sementara ia sedang shalat." (Shahih: Bukhari)

Shahih Sunan Abu Daud Kitab PUASA 80. Orang Beri'tikaf Menengok Orang Sakit


عَنْ عَائِشَةَ أَنَّهَا قَالَتْ السُّنَّةُ عَلَى الْمُعْتَكِفِ أَنْ لَا يَعُودَ مَرِيضًا وَلَا يَشْهَدَ جَنَازَةً وَلَا يَمَسَّ امْرَأَةً وَلَا يُبَاشِرَهَا وَلَا يَخْرُجَ لِحَاجَةٍ إِلَّا لِمَا لَا بُدَّ مِنْهُ وَلَا اعْتِكَافَ إِلَّا بِصَوْمٍ وَلَا اعْتِكَافَ إِلَّا فِي مَسْجِدٍ جَامِعٍ

2473. Dari Aisyah, ia berkata: Orang yang beri'tikaf disunnahkan tidak menjenguk orang sakit, tidak mengantar jenazah, tidak menyentuh wanita, dan bersetubuh dengan wanita, dan tidak keluar untuk suatu kebutuhan, kecuali ada sesuatu yang benar-benar mendesak (seperti buang air). Tidak ada i'tikaf kecuali bagi orang yang berpuasa dan tidak ada i'tikaf kecuali di masjid jami' (umum). (Hasan Shahih)

 عن بن عمر : أن عمر رضي الله عنه جعل عليه أن يعتكف في الجاهلية ليلة أو يوما عند الكعبة فسأل النبي صلى الله عليه وسلم فقال اعتكف وصم

2474. Dari Ibnu Umar: pada zaman Jahiliyah Umar RA pernah beri'tikaf satu malam -atau satu hari- di Ka'bah, lalu Nabi SAW berkata padanya, "Beri'tikaf dan berpuasalah!" (Shahih: Muttafaq 'Alaih)

Hadits ini tanpa ucapan Ibnu Umar, "Atau satu hari," dan, "Dan berpuasalah."

عن عبد الله بن بديل بإسناده : نحوه قال فبينما هو معتكف إذ كبر الناس فقال ما هذا يا عبد الله قال سبي هوازن أعتقهم النبي صلى الله عليه وسلم قال وتلك الجارية فأرسلها معهم

2475. Dari Ibnu Umar... pada zaman Jahiliyah sanadnya, hadits yang serupa, ia berkata: Ketika Umar beri'tikaf, orang-orang bertakbir, maka ia bertanya, "Apa ini hai Abdullah?" Abdullah menjawab, "Tawanan Hawazin yang telah dibebaskan Rasulullah. Tawanan wanita itu juga dibebaskan bersama mereka." {Shahih: Muttafaq 'Alaih)

Shahih Sunan Abu Daud Kitab PUASA 79. Pulang ke Rumah untuk Suatu Kebutuhan Bagi Orang yang Sedang Beri'tikaf


عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا اعْتَكَفَ يُدْنِي إِلَيَّ رَأْسَهُ فَأُرَجِّلُهُ وَكَانَ لَا يَدْخُلُ الْبَيْتَ إِلَّا لِحَاجَةِ الْإِنْسَانِ

2467. Dari Aisyah, ia berkata: Pernah Rasulullah ketika beri'tikaf mendekatkan kepalanya padaku, lalu kusisiri rambutnya. Beliau tidak pemah masuk rumah kecuali untuk kebutuhan yang bersifat manusiawi." (Shahih: Muttafaq 'Alaih)

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَكُونُ مُعْتَكِفًا فِي الْمَسْجِدِ فَيُنَاوِلُنِي رَأْسَهُ مِنْ خَلَلِ الْحُجْرَةِ فَأَغْسِلُ رَأْسَهُ وَقَالَ مُسَدَّدٌ فَأُرَجِّلُهُ وَأَنَا حَائِضٌ

2469. Dari Aisyah, ia berkata: Rasulullah pernah beri'tikaf di masjid, lalu beliau mendekatkan kepalanya padaku dari sela-sela kamar, kemudian aku membasuh kepalanya." Dalam riwayat tambahan: "Aku lalu menyisirnya, sementara aku sedang haid." {Shahih: Muttafaq 'Alaih)

عَنْ صَفِيَّةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُعْتَكِفًا فَأَتَيْتُهُ أَزُورُهُ لَيْلًا فَحَدَّثْتُهُ ثُمَّ قُمْتُ فَانْقَلَبْتُ فَقَامَ مَعِي لِيَقْلِبَنِي وَكَانَ مَسْكَنُهَا فِي دَارِ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ فَمَرَّ رَجُلَانِ مِنْ الْأَنْصَارِ فَلَمَّا رَأَيَا النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَسْرَعَا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى رِسْلِكُمَا إِنَّهَا صَفِيَّةُ بِنْتُ حُيَيٍّ قَالَا سُبْحَانَ اللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِي مِنْ الْإِنْسَانِ مَجْرَى الدَّمِ فَخَشِيتُ أَنْ يَقْذِفَ فِي قُلُوبِكُمَا شَيْئًا أَوْ قَالَ شَرًّا

2470. Dari Shafiyah, ia berkata: "Pernah ketika Rasulllah beri'tikaf aku menghampirinya pada suatu malam, kemudian aku berbicara padanya, lalu aku bangkit hendak pulang, dan beliau pun berdiri untuk menemaniku pulang -rumah Shafiyah dekat rumah Usamah bin Zaid—, lalu ada dua orang Anshar sedang berjalan. Ketika keduanya melihat Nabi SAW mereka mempercepat jalannya, maka Nabi SAW berkata kepada mereka, "Sebentar! Dia adalah Shafiyah binti Huyay' Keduanya lalu berkata, "Subhanallah! Ya Rasulullah!" Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya syetan mengalir pada diri manusia sebagaimana berjalannya darah dalam tubuh manusia, maka aku takut kalau ia melemparkan sesuatu dalam hatimu atau beliau bersabda: kejelekan—" (Shahih: Muttafaq 'Alaih)

بِإِسْنَادِهِ بِهَذَا قَالَتْ حَتَّى إِذَا كَانَ عِنْدَ بَابِ الْمَسْجِدِ الَّذِي عِنْدَ بَابِ أُمِّ سَلَمَةَ مَرَّ بِهِمَا رَجُلَانِ وَسَاقَ مَعْنَاهُ

2471. Dari Shafiyah ... dengan sanadnya ini... ia berkata, "Sehingga ketika beliau mendekati pintu masjid, yaitu disamping pintu Ummu Salamah, ada dua orang sedang berjalan..." lalu ia memaparkan isi haditsnya. (Shahih: Muttafaq 'Alaih)

Shahih Sunan Abu Daud Kitab PUASA 78. Dimana I'tikaf ltu Berada?



نَافِعًا أَخْبَرَهُ عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ قَالَ نَافِعٌ وَقَدْ أَرَانِي عَبْدُ اللَّهِ الْمَكَانَ الَّذِي كَانَ يَعْتَكِفُ فِيهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ الْمَسْجِدِ

2465. Dari Nafi', dari Ibnu Umar: Nabi SAW dulu beri'tikaf pada sepuluh hari akhir pada bulan Ramadhan. Nafi' berkata, "Sungguh, Abdullah telah memperlihatkan padaku tempat yang dulu dipakai Nabi SAW untuk beri'tikaf di dalam masjid itu." (Shahih: Muslim dan Bukhari)

Dalam redaksi Bukhari tidak ada ucapan nafi', "Sungguh, Abdullah."

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْتَكِفُ كُلَّ رَمَضَانَ عَشَرَةَ أَيَّامٍ فَلَمَّا كَانَ الْعَامُ الَّذِي قُبِضَ فِيهِ اعْتَكَفَ عِشْرِينَ يَوْمًا

2466. Dari Abu Hurairah, ia berkata: Nabi SAW selalu berti'tikaf setiap bulan Ramadhan selama sepuluh hari. Namun ketika pada tahun Nabi dipanggil oleh Allah (meninggal dunia), beliau beri'tikaf selama dua puluh hari. (Shahih: Bukhari)

77 xxx


Shahih Sunan Abu Daud Kitab PUASA 76. Ucapan Orang yang Berpuasa ketika Mendapat Undangan Makan



عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دُعِيَ أَحَدُكُمْ إِلَى طَعَامٍ وَهُوَ صَائِمٌ فَلْيَقُلْ إِنِّي صَائِمٌ

2461. Dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasululah bersabda, "Jika salah seorang dari kalian diundang makan, sementara ia sedang berpuasa, maka katakanlah, 'Sesungguhnya aku sedang berpuasa'." {Shahih'. Muslim)

Shahih Sunan Abu Daud Kitab PUASA 75. Orang Berpuasa yang Diundang Walimah


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دُعِيَ أَحَدُكُمْ فَلْيُجِبْ فَإِنْ كَانَ مُفْطِرًا فَلْيَطْعَمْ وَإِنْ كَانَ صَائِمًا فَلْيُصَلِّ. قَالَ هِشَامٌ وَالصَّلَاةُ الدُّعَاءُ

2460. Dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah bersabda, "Jika salah seorang di antara kalian ada yang diundang walimah, maka penuhilah undangan itu. Jika tidak sedang berpuasa maka makanlah, namun jika sedang berpuasa maka shalatlah (berdoalah). " Hisyam berkata (periwayat hadits ini), "Shalat di situ maksudnya berdoa." {Shahih: Muslim)

Shahih Sunan Abu Daud Kitab PUASA 74. Istri Puasa tanpa Minta Izin Suami


أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَصُومُ الْمَرْأَةُ وَبَعْلُهَا شَاهِدٌ إِلَّا بِإِذْنِهِ غَيْرَ رَمَضَانَ وَلَا تَأْذَنُ فِي بَيْتِهِ وَهُوَ شَاهِدٌ إِلَّا بِإِذْنِهِ

2458. Dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah bersabda, "Tidak boleh bagi istri untuk berpuasa sedangkan suaminya sedang bersamanya, kecuali mendapatkan izin darinya, yaitu selain puasa bulan Ramadhan. Tidak boleh pula memperkenankan orang lain (masuk) ke rumah suaminya ketika suaminya sedang bersamanya, kecuali mendapat izin dari suaminya. " (Shahih: Muttafaq 'Alaih)

Hadits ini tidak menyebutkan kata Ramadhan.

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ قَالَ جَاءَتْ امْرَأَةٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنَحْنُ عِنْدَهُ فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ زَوْجِي صَفْوَانَ بْنَ الْمُعَطَّلِ يَضْرِبُنِي إِذَا صَلَّيْتُ وَيُفَطِّرُنِي إِذَا صُمْتُ وَلَا يُصَلِّي صَلَاةَ الْفَجْرِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ قَالَ وَصَفْوَانُ عِنْدَهُ قَالَ فَسَأَلَهُ عَمَّا قَالَتْ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَمَّا قَوْلُهَا يَضْرِبُنِي إِذَا صَلَّيْتُ فَإِنَّهَا تَقْرَأُ بِسُورَتَيْنِ وَقَدْ نَهَيْتُهَا قَالَ فَقَالَ لَوْ كَانَتْ سُورَةً وَاحِدَةً لَكَفَتْ النَّاسَ وَأَمَّا قَوْلُهَا يُفَطِّرُنِي فَإِنَّهَا تَنْطَلِقُ فَتَصُومُ وَأَنَا رَجُلٌ شَابٌّ فَلَا أَصْبِرُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَئِذٍ لَا تَصُومُ امْرَأَةٌ إِلَّا بِإِذْنِ زَوْجِهَا وَأَمَّا قَوْلُهَا إِنِّي لَا أُصَلِّي حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ فَإِنَّا أَهْلُ بَيْتٍ قَدْ عُرِفَ لَنَا ذَاكَ لَا نَكَادُ نَسْتَيْقِظُ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ قَالَ فَإِذَا اسْتَيْقَظْتَ فَصَلِّ

2459. Dari Abu Sa'id, ia berkata: Datang seorang wanita kepada Nabi SAW, sementara kami berada di samping Nabi SAW, lalu ia bertanya, "Ya Rasulullah! Suamiku, Shafwan bin Al Mu'aththal, memukulku jika aku shalat dan menyuruhku berbuka jika aku berpuasa, sedangkan ia tidak shalat Subuh hingga matahari terbit. Saat itu Shafwan ada di samping Nabi SAW, maka Nabi bertanya kepada Shafwan tentang perkataan istrinya tersebut. Shafwan menjawab, "Ya Rasulullah! perkataannya, 'Memukulku ketika aku sedang shalat,' itu karena ia shalat dengan membaca dua surah, padahal aku telah melarangnya. "Seandainya yang dibaca satu surah maka aku pasti merasa cukup puas. Sedangkan ucapannya, 'Ia menyuruhku berbuka', itu karena ia berpuasa sunah, padahal aku laki-laki yang masih muda dan tidak sabar'." Nabi SAW lalu bersabda, "Tidak boleh berpuasa bagi istri kecuali mendapat izin dari suaminya". Adapun ucapannya, 'Aku tidak shalat Subuh hingga matahari terbit,' itu karena sudah menjadi kebiasaan keluarga kami, kalau bangun selalu hampir kesiangan'." Rasulullah SAW pun bersabda, "Ketika kamu bangun, maka langsung shalatlah." {Shahih)

73 xxxx


Shahih Sunan Abu Daud Kitab PUASA 72. Rukhshah dalam Niat


عن عائشة رضي الله عنها قالت : كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا دخل علي قال هل عندكم طعام فإذا قلنا لا قال إني صائم زاد وكيع فدخل علينا يوما آخر فقلنا يا رسول الله أهدي لنا حيس فحبسناه لك فقال أدنيه قال طلحة فأصبح صائما وأفطر

2455. Dari Aisyah, ia berkata: Dulu Rasulullah jika masuk ke rumah untuk menemuiku, beliau akan bertanya, 'Apakah ada makananT Jika kami menjawab, Tidak,' maka beliau berkata, "Aku akan berpuasa'."Dalam suatu tambahan: Rasulullah lalu masuk untuk menemui kami pada hari yang lain. Kami berkata, "Ya Rasulullah! kami diberi makanan, maka kami simpan untukmu." Beliau bersabda, "Bawalah kemari." Thalhah berkata, "Jika Rasulullah (sedang) berpuasa (maka beliau akan) berbuka." {Shahih: Muslim)

عن أم هانئ قالت : لما كان يوم الفتح فتح مكة جاءت فاطمة فجلست عن يسار رسول الله صلى الله عليه وسلم وأم هانئ عن يمينه قالت فجاءت الوليدة بإناء فيه شراب فناولته فشرب منه ثم ناوله أم هانئ فشربت منه فقالت يا رسول الله لقد أفطرت وكنت صائمة فقال لها أكنت تقضين شيئا قالت لا قال فلا يضرك إن كان تطوعا

2456. Dari Ummu Hani' ia berkata: "Pada hari Fathul Makkah datanglah Fatimah, lalu duduk di sebelah kiri Rasulullah, sedangkan aku berada di samping kanan Nabi SAW. Lalu datang anak perempuan dengan membawa bejana berisi minuman, kemudian menyuguhkannya ke Nabi dan beliau meminumnya. Beliau lalu memberikannya kepadaku dan aku pun meminumnya, kemudian berkata, "Ya Rasulullah, aku telah berbuka, padahal aku sedang berpuasa?" Beliau bersabda, 'Apakah kamu tidak sengaja meminumnya? " Aku menjawab, "Tidak." Beliau bersabda, "(Berarti) hal itu tidak membatalkan puasamu jika puasamu termasuk puasa sunah." (Shahih)

Shahih Sunan Abu Daud Kitab PUASA 71. Niat dalam Puasa



عَنْ حَفْصَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ لَمْ يُجْمِعْ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ

2454. Dari Hafshah —istri Nabi SAW—: Rasulullah bersabda, "Barangsiapa tidak menghadirkan niat puasa sebelum terbit fajar, maka tidak ada puasa baginya. " (Shahih)

Shahih Sunan Abu Daud Kitab PUASA 70. Orang yang Berkata, "Aku Tidak Peduli dengan Bulan"



عَنْ مُعَاذَةَ قَالَتْ قُلْتُ لِعَائِشَةَ أَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ قَالَتْ نَعَمْ قُلْتُ مِنْ أَيِّ شَهْرٍ كَانَ يَصُومُ قَالَتْ مَا كَانَ يُبَالِي مِنْ أَيِّ أَيَّامِ الشَّهْرِ كَانَ يَصُومُ

2453. Dari Mu'adzah, ia berkata: Aku bertanya kepada Aisyah, "Apakah dulu Rasulullah berpuasa tiga hari dalam sebulan?" Jawabnya, "Ya." Tanyaku lagi, "Pada bulan apa beliau berpuasa?" Jawabnya, "Beliau tidak peduli pada hari dan bulan apa beliau berpuasa." (Shahih: Muslim)

Shahih Sunan Abu Daud Kitab PUASA 69. Puasa, Hari Senin dan Kamis



عَنْ حَفْصَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ مِنْ الشَّهْرِ الِاثْنَيْنِ وَالْخَمِيسَ وَالِاثْنَيْنِ مِنْ الْجُمْعَةِ الْأُخْرَى

2451. Dari Hafshah, ia berkata: Dahulu Rasulullah berpuasa tiga hari pada setiap bulan, yaitu Senin dan Kamis, dan hari Senin pada Jumat berikutnya." (Hasan)

Shahih Sunan Abu Daud Kitab PUASA 68. Puasa Tiga Hari pada Setiap Bulan




عَنْ ابْنِ مِلْحَانَ الْقَيْسِيِّ عَنْ أَبِيهِ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْمُرُنَا أَنْ نَصُومَ الْبِيضَ ثَلَاثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ قَالَ وَقَالَ هُنَّ كَهَيْئَةِ الدَّهْرِ

2449. Dari Milhan Al Qaisy, ia berkata: Rasulullah pernah memerintahkan kami berpuasa hari putih, yaitu tanggal 13, 14, 15. Rasulullah bersabda, "Tiga hari tersebut seperti puasa setahun." (Shahih)



عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ يَعْنِي مِنْ غُرَّةِ كُلِّ شَهْرٍ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ

2450. Dari Abdullah, ia berkata: Dulu Rasulullah berpuasa —pada permulaan setiap bulan— selama tiga hari." (Hasan)

Shahih Sunan Abu Daud Kitab PUASA 67. Berpuasa Sehari dan Berbuka Sehari


عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحَبُّ الصِّيَامِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى صِيَامُ دَاوُدَ وَأَحَبُّ الصَّلَاةِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى صَلَاةُ دَاوُدَ كَانَ يَنَامُ نِصْفَهُ وَيَقُومُ ثُلُثَهُ وَيَنَامُ سُدُسَهُ وَكَانَ يُفْطِرُ يَوْمًا وَيَصُومُ يَوْمًا

2448. Dari Abdulah bin Amru bin Al Ash, ia berkata: Rasulullah bersabda kepadaku, "Sebaik-baik puasa yang disenangi Allah adalah puasanya Nabi Daud dan sebaik-baik shalat adalah shalatnya Nabi Daud. Beliau tidur hingga setengah malam, berqiyamul lail pada sepertiga malam, lalu tidur pada seperenam malam, serta berpuasa sehari dan berbuka sehari. " (Shahih: Muttafaq 'Alaih)

66 xxxx


Shahih Sunan Abu Daud Kitab PUASA 65. Riwayat bahwa Asy-Syura Itu Hari Kesembilan




عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَبَّاسٍ يَقُولُ حِينَ صَامَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَأَمَرَنَا بِصِيَامِهِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ صُمْنَا يَوْمَ التَّاسِعِ فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ حَتَّى تُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

2445. Dari Abdullah bin Abbas, ia berkata: Ketika Nabi SAW berpuasa pada hari Asy-Syura, beliau juga memerintahkan pada kami untuk berpuasa pada hari itu, maka para sahabat berkata, "Ya Rasul, itu adalah hari yang dimuliakan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani!? Beliau menjawab, "Kalau tahun depan kita masih menjumpainya, maka kita akan berpuasa tanggal sembilan. " Belum sempat tahun kemudian datang, Rasulullah sudah meninggal dunia. {Shahih: Muslim)

عَنْ الْحَكَمِ بْنِ الْأَعْرَجِ قَالَ أَتَيْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ وَهُوَ مُتَوَسِّدٌ رِدَاءَهُ فِي الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ فَسَأَلْتُهُ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ إِذَا رَأَيْتَ هِلَالَ الْمُحَرَّمِ فَاعْدُدْ فَإِذَا كَانَ يَوْمُ التَّاسِعِ فَأَصْبِحْ صَائِمًا فَقُلْتُ كَذَا كَانَ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ فَقَالَ كَذَلِكَ كَانَ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ

2446. Dari Al Hakam bin Al A'raj, ia berkata: "Aku mendatangi Ibnu Abbas, sementara ia sedang berbantalkan selendangnya di Masjidil Haram. Aku lalu bertanya kepadanya tentang puasa hari As Syura, ia pun menjawab, "Ketika kamu melihat hilal bulan Muharam, maka hitunglah, dan jika datang tanggal sembilan maka berpuasalah." Aku bertanya kepadanya, "Apakah Nabi SAW juga berpuasa?" Ia menjawab, "Ya, Nabi SAW juga berpuasa." {Shahih'. Muttafaq 'Alaih)

Shahih Sunan Abu Daud Kitab PUASA 64. Puasa Hari Asyura


عن عائشة رضي الله عنها قالت : كان يوم عاشوراء يوما تصومه قريش في الجاهلية وكان رسول الله صلى الله عليه وسلم يصومه في الجاهلية فلما قدم رسول الله صلى الله عليه وسلم المدينة صامه وأمر بصيامه فلما فرض رمضان كان هو الفريضة وترك عاشوراء فمن شاء صامه ومن شاء تركه

2442. Dari Aisyah, ia berkata: Dulu pada hari Asy-Syura orang-orang Quraisy zaman jahiliyah berpuasa satu hari. Rasulullah juga berpuasa pada hari tersebut pada zaman jahiliyah. Ketika Rasulullah datang ke Madinah, beliau masih tetap berpuasa dan memerintahkan umatnya untuk berpuasa juga. Namun tatkala pada bulan Ramadhan diwajibkan untuk berpuasa, maka hanya pada bulan Ramadhan yang diwajibkan untuk berpuasa, lalu puasa Asy-Syura ditinggalkan. Orang yang ingin berpuasa pada hari Asy-Syura, diperbolehkan, dan yang hendak tidak berpuasa juga tidak apa-apa. (Shahih: Muttafaq 'Alaih)

عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ كَانَ عَاشُورَاءُ يَوْمًا نَصُومُهُ فِي الْجَاهِلِيَّةِ فَلَمَّا نَزَلَ رَمَضَانُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَذَا يَوْمٌ مِنْ أَيَّامِ اللَّهِ فَمَنْ شَاءَ صَامَهُ وَمَنْ شَاءَ تَرَكَهُ

2443. Dari Ibnu Umar, ia berkata: Dulu kami berpuasa satu hari pada hari As Syura pada zaman jahiliyah. Ketika kewajiban berpuasa bulan Ramadhan telah turun, Nabi SAW bersabda, diperbolehkan, namun barang siapa tidak ingin berpuasa juga tidak apa-apa. " (Shahih: Muttafaq 'Alaih)

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ لَمَّا قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ وَجَدَ الْيَهُودَ يَصُومُونَ عَاشُورَاءَ فَسُئِلُوا عَنْ ذَلِكَ فَقَالُوا هَذَا الْيَوْمُ الَّذِي أَظْهَرَ اللَّهُ فِيهِ مُوسَى عَلَى فِرْعَوْنَ وَنَحْنُ نَصُومُهُ تَعْظِيمًا لَهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْنُ أَوْلَى بِمُوسَى مِنْكُمْ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ

2444. Dari Ibnu Abbas, ia berkata: ketika Nabi SAW tiba di Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa di hari Asy-Syura. Ketika mereka ditanya tentang (puasa) itu, mereka menjawab, "Hari ini adalah hari saat Allah memenangkan Nabi Musa atas Fir'aun. Kami berpuasa untuk mengagungkannya." Rasulullah kemudian bersabda, "Kami lebih berhak atas Nabi Musa daripada kalian. " Nabi lalu memerintahkan untuk berpuasa pada hari Asy-Syura. (Shahih: Muttafaq 'Alaih)

Shahih Sunan Abu Daud Kitab PUASA 63. Berpuasa Hari Arafah di Arafah


 عن أم الفضل بنت الحرث : أن ناسا تماروا عندها يوم عرفة في صوم رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال بعضهم هو صائم وقال بعضهم ليس بصائم فأرسلت إليه بقدح لبن وهو واقف على بعيره بعرفة فشرب

2441. Dari Ummu Al Fadl binti Al Harits: Orang-orang saling berdebat dihadapannya pada hari Arafah, tentang puasanya Nabi SAW Sebagian berkata, "Beliau berpuasa" Sebagian lain berkata, "Beliau tidak berpuasa." Ummi Al Fadli lalu memberikan segelas susu kepada Nabi SAW yang sedang naik unta di Arafah, lalu Nabi SAW meminumnya. (Shahih: Muttafaq 'Alaih)

Minggu, 08 Maret 2020

Shahih Sunan Abu Daud Kitab PUASA 62.



عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَائِمًا الْعَشْرَ قَطُّ

2439. Dari Aisyah, ia berkata, "Aku tidak pernah melihat Rasulullah berpuasa sepuluh hari (pada bulan Dzulhijjah)." (Shahih: Muslim)

Shahih Sunan Abu Daud Kitab PUASA 61. Puasa Sepuluh (Dzulhijah)



عَنْ بَعْضِ أَزْوَاجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ تِسْعَ ذِي الْحِجَّةِ وَيَوْمَ عَاشُورَاءَ وَثَلَاثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ أَوَّلَ اثْنَيْنِ مِنْ الشَّهْرِ وَالْخَمِيسَ

2437. Dari beberapa istri Nabi SAW, mereka berkata, "Rasulullah berpuasa pada tanggal sembilan Dzulhijjah, hari As Syura', dan tiga hari setiap bulan. Beliau mengawalinya dengan puasa hari Senin dan Kamis." (Shahih)

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ يَعْنِي أَيَّامَ الْعَشْرِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ

2438. Dari Ibnu Abbas, ia berkata: Nabi SAW bersabda, "Tiada hari yang amal shalih di dalamnya lebih menyenangkan kepada Allah daripada hari-hari ini, yaitu hari-hari sepuluh (Dzulhijah). " Sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, tidak pula dengan berjihad di jalan Allah?" Nabi SAW menjawab, "Ya, tidak pula berjihad dijalan Allah, kecuali seorang laki-laki keluar untuk berjihad dengan jiwa dan hartanya, lalu ia kembali dari jihad dengan tidak membawa apa pun. " (Shahih: Bukhari)

Shahih Sunan Abu Daud Kitab PUASA 60. Puasa Hari Senin Dan Kamis



عَنْ مَوْلَى أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ أَنَّهُ انْطَلَقَ مَعَ أُسَامَةَ إِلَى وَادِي الْقُرَى فِي طَلَبِ مَالٍ لَهُ فَكَانَ يَصُومُ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ فَقَالَ لَهُ مَوْلَاهُ لِمَ تَصُومُ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ وَأَنْتَ شَيْخٌ كَبِيرٌ فَقَالَ إِنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَصُومُ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ وَسُئِلَ عَنْ ذَلِكَ فَقَالَ إِنَّ أَعْمَالَ الْعِبَادِ تُعْرَضُ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ

2436. Dari budak Usamah bin Zaid: Ia bersama Usamah ke Wadi Al Qura untuk mencari uang miliknya. Saat itu Usamah sering berpuasa Senin dan Kamis, maka budaknya berkata kepadanya, "Kenapa kamu berpuasa hari Senin dan Kamis, padahal kamu sudah tua?" Dia menjawab, "Sesungguhnya Nabi Muhammad berpuasa hari Senin dan Kamis, lalu Nabi SAW ditanya tentang itu, beliau pun menjawab, 'Sesungguhnya semua amal perbuatan manusia akan dilaporkan kepada Allah pada hari Senin dan Kamis'. " (Shahih)

Shahih Sunan Abu Daud Kitab PUASA 59. Bagaimana Puasa Nabi?


عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهَا قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ لَا يُفْطِرُ وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ لَا يَصُومُ وَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ قَطُّ إِلَّا رَمَضَانَ وَمَا رَأَيْتُهُ فِي شَهْرٍ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ

2434. Dari Aisyah, ia berkata: Rasulullah pernah berpuasa sampai aku katakan beliau tidak berbuka, dan beliau berbuka sampai aku katakan beliau tidak berpuasa. Aku tidak pernah melihat beliau puasa satu bulan penuh kecuali Ramadhan dan aku tidak melihat bulan yang paling banyak digunakan puasa (dari Ramadhan) kecuali Sya'ban. (Shahih: Muttafaq 'Alaih)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَعْنَاهُ زَادَ كَانَ يَصُومُهُ إِلَّا قَلِيلًا بَلْ كَانَ يَصُومُهُ كُلَّهُ

2435. Dari Abu Hurairah, dari Nabi —senada dengan hadits tadi, namun ada sedikit tambahan— "Beliau tidaklah berpuasa sedikit dalam bulan Sya'ban, bahkan seluruhnya." (Hasan Shahih)

Shahih Sunan Abu Daud Kitab PUASA 58. Puasa Enam Hari pada Bulan Syawal



عن أبي أيوب صاحب النبي صلى الله عليه وسلم عن النبي صلى الله عليه وسلم قال : من صام رمضان ثم أتبعه بست من شوال فكأنما صام الدهر

2433. Dari Abu Ayyub —salah satu sahabat Nabi— dari Nabi, beliau bersabda, "Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan yang kemudian diikuti dengan (puasa) enam hari pada bulan Syawal, maka seakan-akan ia puasa satu tahun penuh. " (Shahih: Muslim)

57 xxxx


Shahih Sunan Abu Daud Kitab PUASA 56. Puasa Bulan Sya'ban


عائشة تقول : كان أحب الشهور إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم أن يصومه شعبان ثم يصله برمضان

2431. Dari Aisyah, ia berkata: Bulan-bulan yang paling dicintai Nabi untuk berpuasa adalah bulan Sya'ban, yang kemudian disambung dengan Ramadhan. (Shahih)

Shahih Sunan Abu Daud Kitab PUASA 55. Puasa Bulan Muharram


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ شَهْرِ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَإِنَّ أَفْضَلَ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْمَفْرُوضَةِ صَلَاةٌ مِنْ اللَّيْلِ

2429. Dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Sebaik-baik puasa setelah bulan Ramadhan adalah puasa bulan Muharram, dan sebaik-baik shalat setelah shalat fardhu adalah shalat malam. " (Shahih: Muslim)

عُثْمَانُ يَعْنِي ابْنَ حَكِيمٍ قَالَ سَأَلْتُ سَعِيدَ بْنَ جُبَيْرٍ عَنْ صِيَامِ رَجَبٍ فَقَالَ أَخْبَرَنِي ابْنُ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ لَا يُفْطِرُ وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ لَا يَصُومُ

2430. Dan Utsman bin Hakim, dia berkata: Aku bertanya kepada Sa'id bin Jubair tentang puasa bulan Rajab? Sa'id menjawab, "Aku diberitahu Ibnu Abbas bahwa Rasulullah berpuasa sampai aku katakan beliau tidak berbuka, dan beliau berbuka hingga aku katakan beliau tidak berpuasa." {Shahih: Muttafaq 'Alaih)

Dalam riwayat Muslim tidak ada bentuk pertanyaan.

54 xxxx


Shahih Sunan Abu Daud Kitab PUASA 53. Puasa Setahun secara Sunnah


عَنْ أَبِي قَتَادَةَ أَنَّ رَجُلًا أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ تَصُومُ فَغَضِبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ قَوْلِهِ فَلَمَّا رَأَى ذَلِكَ عُمَرُ قَالَ رَضِينَا بِاللَّهِ رَبًّا وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا نَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ غَضَبِ اللَّهِ وَمِنْ غَضَبِ رَسُولِهِ فَلَمْ يَزَلْ عُمَرُ يُرَدِّدُهَا حَتَّى سَكَنَ غَضَبُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ بِمَنْ يَصُومُ الدَّهْرَ كُلَّهُ قَالَ لَا صَامَ وَلَا أَفْطَرَ قَالَ مُسَدَّدٌ لَمْ يَصُمْ وَلَمْ يُفْطِرْ أَوْ مَا صَامَ وَلَا أَفْطَرَ شَكَّ غَيْلَانُ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ بِمَنْ يَصُومُ يَوْمَيْنِ وَيُفْطِرُ يَوْمًا قَالَ أَوَ يُطِيقُ ذَلِكَ أَحَدٌ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَكَيْفَ بِمَنْ يَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمًا قَالَ ذَلِكَ صَوْمُ دَاوُدَ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَكَيْفَ بِمَنْ يَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمَيْنِ قَالَ وَدِدْتُ أَنِّي طُوِّقْتُ ذَلِكَ ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَلَاثٌ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ فَهَذَا صِيَامُ الدَّهْرِ كُلِّهِ وَصِيَامُ عَرَفَةَ إِنِّي أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ وَصَوْمُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ إِنِّي أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

2425. Dari Abu Qatadah: Ada seorang laki-laki mendatangi Rasulullah lalu berkata, "Wahai Rasul, bagaimana cara Anda berpuasa?" Rasulullah marah mendengar perkataannya itu. Ketika Umar melihat kemarahan tersebut, ia langsung berkata, "Kami rela Allah menjadi Tuhan, Islam menjadi agama, Muhammad menjadi Nabi, dan kami berlindung kepada Allah dari murka-Nya." Umar mengulang-ulang kalimat tersebut sampai kemarahan Rasulullah mereda. Kemudian Umar bertanya kepada Nabi, "Wahai Nabi, bagaimana dengan orang yang berpuasa setahun penuh?" Beliau menjawab, "Tidak dianggap puasa dan tidak dianggap tidak berpuasa. " —riwayat lain: "la tidak berpuasa dan tidak berbuka "— Umar bertanya, "Bagaimana dengan orang yang berpuasa dua hari dan tidak berpuasa sehari?" Nabi menjawab, "Apakah ada yang mampu berpuasa seperti itu?" Umar bertanya, "Bagaimana dengan orang yang berpuasa sehari dan tidak berpuasa sehari?" Beliau menjawab, "Itu puasanya Nabi Daud." Umar bertanya, "Bagaimana dengan orang yang berpuasa sehari dan tidak berpuasa dua hari?" Beliau menjawab, "Aku berharap bisa berpuasa seperti itu, " Rasulullah lalu bersabda, "Puasa tiga hari setiap bulan, Ramadhan sekarang menuju Ramadhan berikutnya, itu adalah puasa setahun penuh. Puasa Arafah, aku berharap Allah akan menghapus dosa-dosa setahun sebelumnya dan setahun yang akan datang. Puasa sepuluh Muharram, aku berharap Allah akan menghapus dosa setahun sebelumnya." (Shahih: Muslim)

عَنْ أَبِي قَتَادَةَ بِهَذَا الْحَدِيثِ زَادَ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ صَوْمَ يَوْمِ الِاثْنَيْنِ وَيَوْمِ الْخَمِيسِ قَالَ فِيهِ وُلِدْتُ وَفِيهِ أُنْزِلَ عَلَيَّ الْقُرْآنُ

2426. Dari Abu Qatadah —seperti hadits tadi namun dengan tambahan— Umar bertanya, "Wahai Rasul, bagaimana menurutmu puasa Senin dan Kamis?" Beliau menjawab, "Hari itu aku dilahirkan dan hari itu juga diturunkan Al Qur'an kepadaku." (Shahih: Muslim)

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ قَالَ لَقِيَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَلَمْ أُحَدَّثْ أَنَّكَ تَقُولُ لَأَقُومَنَّ اللَّيْلَ وَلَأَصُومَنَّ النَّهَارَ قَالَ أَحْسَبُهُ قَالَ نَعَمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَدْ قُلْتُ ذَاكَ قَالَ قُمْ وَنَمْ وَصُمْ وَأَفْطِرْ وَصُمْ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ وَذَاكَ مِثْلُ صِيَامِ الدَّهْرِ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي أُطِيقُ أَفْضَلَ مِنْ ذَلِكَ قَالَ فَصُمْ يَوْمًا وَأَفْطِرْ يَوْمَيْنِ قَالَ فَقُلْتُ إِنِّي أُطِيقُ أَفْضَلَ مِنْ ذَلِكَ قَالَ فَصُمْ يَوْمًا وَأَفْطِرْ يَوْمًا وَهُوَ أَعْدَلُ الصِّيَامِ وَهُوَ صِيَامُ دَاوُدَ قُلْتُ إِنِّي أُطِيقُ أَفْضَلَ مِنْ ذَلِكَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا أَفْضَلَ مِنْ ذَلِكَ

2427. Dari Abdullah bin Amru bin Ash, ia berkata: Aku bertemu Rasulullah, ia lalu bertanya kepadaku, "Bukankah kamu yang mengatakan akan bangun malam dan berpuasa pada siang harinya? " Aku menjawab, "Ya, aku kira aku telah mengucapkannya. Beliau lalu bersabda, "Bangun dan tidurlah, berpuasa dan berbukalah, dan berpuasalah tiga hari setiap bulannya, sebab itu seperti puasa setahun penuh. " Aku berkata, "Wahai Rasul, sebenarnya aku mampu berbuat lebih baik dari itu." Beliau bersabda, "Berpuasalah sehari dan tidak berpuasa dua hari. " Aku menjawab, "Wahai Rasul, sebenarnya aku mampu berbuat lebih baik dari itu." Beliau bersabda, "Berpuasalah sehari dan tidak berpuasa sehari, itu adalah puasa yang paling tengah-tengah, itu adalah puasanya Daud." Aku menjawab, "Wahai Rasul, sebenarnya aku mampu berbuat lebih baik dari itu." Beliau lalu bersabda, "Tidak ada yang lebih baik dari itu semua. " {Shahih: Muttafaq 'Alaih)

Shahih Sunan Abu Daud Kitab PUASA 52. Keringanan untuk Berpuasa pada Hari Sabtu



عَنْ جُوَيْرِيَةَ بِنْتِ الْحَارِثِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ عَلَيْهَا يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَهِيَ صَائِمَةٌ فَقَالَ أَصُمْتِ أَمْسِ قَالَتْ لَا قَالَ تُرِيدِينَ أَنْ تَصُومِي غَدًا قَالَتْ لَا قَالَ فَأَفْطِرِي

2422. Dari Juwairiyah binti Al Harits: Nabi pernah menemuinya pada hari Jum'at, saat ia sedang berpuasa. Nabi bertanya, "Apakah kemarin kamu puasa.?" Dia menjawab, "Tidak." Beliau bertanya lagi, "Apakah besok kamu ingin berpuasa besok,?" Dia menjawab, "Tidak." Beliau lalu bersabda, "Berbukalah " (Shahih: Bukhari)

عَنْ الْأَوْزَاعِيِّ قَالَ مَا زِلْتُ لَهُ كَاتِمًا حَتَّى رَأَيْتُهُ انْتَشَرَ يَعْنِي حَدِيثَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُسْرٍ هَذَا فِي صَوْمِ يَوْمِ السَّبْتِ

2424. Dari Al Auza'i, ia berkata: Aku masih menyimpan (merahasiakan) —hadits Abdullah bin Busr tentang puasa hari Sabtu— sampai benar-benar aku lihat hadits ini tersebar. (Shahih: Maqthu')

Shahih Sunan Abu Daud Kitab PUASA 51. Larangan Mengkhususkan Hari Sabtu untuk Berpuasa


قال يزيد الصماء أن النبي صلى الله عليه وسلم قال : لا تصوموا يوم السبت إلا في ما افترض عليكم وإن لم يجد أحدكم إلا لحاء عنبة أو عود شجرة فليمضغه

2421. Dari Ash-Shamma': Rasulullah SAW bersabda, "Janganlah kalian berpuasa pada hari Sabtu, kecuali (pada hari) yang telah diwajibkan kepada kalian. Apabila kalian hanya menemukan kulit pohon anggur dan kayu pepohonan, maka kunyahlah. " (Shahih)

Shahih Sunan Abu Daud Kitab PUASA 50. Larangan Mengkhususkan Hari Jum'at dengan Berpuasa


 عن أبي هريرة قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : لا يصم أحدكم يوم الجمعة إلا أن يصوم قبله بيوم أو بعده

2420. Dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Janganlah salah seorang dari kalian berpuasa pada hari Jum'at, kecuali ia telah berpuasa pada hari sebelumnya atau hari sesudahnya. " (Shahih: Muttafaq 'Alaih)

Shahih Sunan Abu Daud Kitab PUASA 49. Berpuasa pada Hari Tasyriq


عَنْ أَبِي مُرَّةَ مَوْلَى أُمِّ هَانِئٍ أَنَّهُ دَخَلَ مَعَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو عَلَى أَبِيهِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ فَقَرَّبَ إِلَيْهِمَا طَعَامًا فَقَالَ كُلْ فَقَالَ إِنِّي صَائِمٌ فَقَالَ عَمْرٌو كُلْ فَهَذِهِ الْأَيَّامُ الَّتِي كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْمُرُنَا بِإِفْطَارِهَا وَيَنْهَانَا عَنْ صِيَامِهَا قَالَ مَالِكٌ وَهِيَ أَيَّامُ التَّشْرِيقِ

2418. Dari Abu Murrah —budak Ummi Hani"—: Dia masuk bersama Abdullah bin Amru untuk menemui Amru Bin Ash, lalu Amru bin Ash mendekatkan makanan kepada keduanya dan berkata, "Makanlah." Abu Murrah menjawab, "Aku berpuasa." Amru mendesak lagi, "Makanlah, sesungguhnya pada hari-hari ini Rasulullah memerintahkan kita untuk tidak berpuasa dan melarang kita berpuasa." Malik berkata, "Itu adalah hari Tasyriq." (Shahih)

عُقْبَةَ بْنَ عَامِرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمُ عَرَفَةَ وَيَوْمُ النَّحْرِ وَأَيَّامُ التَّشْرِيقِ عِيدُنَا أَهْلَ الْإِسْلَامِ وَهِيَ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ

2419. Dari Uqbah bin Amir, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Hari Arafah, hari Kurban, dan hari Tasyriq adalah hari raya kita (umat Islam). Hari-hari itu adalah untuk makan dan minum." (Shahih)