Senin, 09 Maret 2020

Shahih Sunan Abu Daud Kitab PUASA 81. Orang yang Istihadhah Beri'tikaf


عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ اعْتَكَفَتْ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ امْرَأَةٌ مِنْ أَزْوَاجِهِ فَكَانَتْ تَرَى الصُّفْرَةَ وَالْحُمْرَةَ فَرُبَّمَا وَضَعْنَا الطَّسْتَ تَحْتَهَا وَهِيَ تُصَلِّي

2476. Dari Aisyah, ia berkata, "Salah seorang istri Nabi SAW beri'tikaf dengannya, lalu ia melihat warna kekuning-kuningan dan kemerah-merahan (darah istihadhah), mungkin ia telah meletakkan secarik kapas di bawahnya, sementara ia sedang shalat." (Shahih: Bukhari)

Shahih Sunan Abu Daud Kitab PUASA 80. Orang Beri'tikaf Menengok Orang Sakit


عَنْ عَائِشَةَ أَنَّهَا قَالَتْ السُّنَّةُ عَلَى الْمُعْتَكِفِ أَنْ لَا يَعُودَ مَرِيضًا وَلَا يَشْهَدَ جَنَازَةً وَلَا يَمَسَّ امْرَأَةً وَلَا يُبَاشِرَهَا وَلَا يَخْرُجَ لِحَاجَةٍ إِلَّا لِمَا لَا بُدَّ مِنْهُ وَلَا اعْتِكَافَ إِلَّا بِصَوْمٍ وَلَا اعْتِكَافَ إِلَّا فِي مَسْجِدٍ جَامِعٍ

2473. Dari Aisyah, ia berkata: Orang yang beri'tikaf disunnahkan tidak menjenguk orang sakit, tidak mengantar jenazah, tidak menyentuh wanita, dan bersetubuh dengan wanita, dan tidak keluar untuk suatu kebutuhan, kecuali ada sesuatu yang benar-benar mendesak (seperti buang air). Tidak ada i'tikaf kecuali bagi orang yang berpuasa dan tidak ada i'tikaf kecuali di masjid jami' (umum). (Hasan Shahih)

 عن بن عمر : أن عمر رضي الله عنه جعل عليه أن يعتكف في الجاهلية ليلة أو يوما عند الكعبة فسأل النبي صلى الله عليه وسلم فقال اعتكف وصم

2474. Dari Ibnu Umar: pada zaman Jahiliyah Umar RA pernah beri'tikaf satu malam -atau satu hari- di Ka'bah, lalu Nabi SAW berkata padanya, "Beri'tikaf dan berpuasalah!" (Shahih: Muttafaq 'Alaih)

Hadits ini tanpa ucapan Ibnu Umar, "Atau satu hari," dan, "Dan berpuasalah."

عن عبد الله بن بديل بإسناده : نحوه قال فبينما هو معتكف إذ كبر الناس فقال ما هذا يا عبد الله قال سبي هوازن أعتقهم النبي صلى الله عليه وسلم قال وتلك الجارية فأرسلها معهم

2475. Dari Ibnu Umar... pada zaman Jahiliyah sanadnya, hadits yang serupa, ia berkata: Ketika Umar beri'tikaf, orang-orang bertakbir, maka ia bertanya, "Apa ini hai Abdullah?" Abdullah menjawab, "Tawanan Hawazin yang telah dibebaskan Rasulullah. Tawanan wanita itu juga dibebaskan bersama mereka." {Shahih: Muttafaq 'Alaih)

Shahih Sunan Abu Daud Kitab PUASA 79. Pulang ke Rumah untuk Suatu Kebutuhan Bagi Orang yang Sedang Beri'tikaf


عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا اعْتَكَفَ يُدْنِي إِلَيَّ رَأْسَهُ فَأُرَجِّلُهُ وَكَانَ لَا يَدْخُلُ الْبَيْتَ إِلَّا لِحَاجَةِ الْإِنْسَانِ

2467. Dari Aisyah, ia berkata: Pernah Rasulullah ketika beri'tikaf mendekatkan kepalanya padaku, lalu kusisiri rambutnya. Beliau tidak pemah masuk rumah kecuali untuk kebutuhan yang bersifat manusiawi." (Shahih: Muttafaq 'Alaih)

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَكُونُ مُعْتَكِفًا فِي الْمَسْجِدِ فَيُنَاوِلُنِي رَأْسَهُ مِنْ خَلَلِ الْحُجْرَةِ فَأَغْسِلُ رَأْسَهُ وَقَالَ مُسَدَّدٌ فَأُرَجِّلُهُ وَأَنَا حَائِضٌ

2469. Dari Aisyah, ia berkata: Rasulullah pernah beri'tikaf di masjid, lalu beliau mendekatkan kepalanya padaku dari sela-sela kamar, kemudian aku membasuh kepalanya." Dalam riwayat tambahan: "Aku lalu menyisirnya, sementara aku sedang haid." {Shahih: Muttafaq 'Alaih)

عَنْ صَفِيَّةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُعْتَكِفًا فَأَتَيْتُهُ أَزُورُهُ لَيْلًا فَحَدَّثْتُهُ ثُمَّ قُمْتُ فَانْقَلَبْتُ فَقَامَ مَعِي لِيَقْلِبَنِي وَكَانَ مَسْكَنُهَا فِي دَارِ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ فَمَرَّ رَجُلَانِ مِنْ الْأَنْصَارِ فَلَمَّا رَأَيَا النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَسْرَعَا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى رِسْلِكُمَا إِنَّهَا صَفِيَّةُ بِنْتُ حُيَيٍّ قَالَا سُبْحَانَ اللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِي مِنْ الْإِنْسَانِ مَجْرَى الدَّمِ فَخَشِيتُ أَنْ يَقْذِفَ فِي قُلُوبِكُمَا شَيْئًا أَوْ قَالَ شَرًّا

2470. Dari Shafiyah, ia berkata: "Pernah ketika Rasulllah beri'tikaf aku menghampirinya pada suatu malam, kemudian aku berbicara padanya, lalu aku bangkit hendak pulang, dan beliau pun berdiri untuk menemaniku pulang -rumah Shafiyah dekat rumah Usamah bin Zaid—, lalu ada dua orang Anshar sedang berjalan. Ketika keduanya melihat Nabi SAW mereka mempercepat jalannya, maka Nabi SAW berkata kepada mereka, "Sebentar! Dia adalah Shafiyah binti Huyay' Keduanya lalu berkata, "Subhanallah! Ya Rasulullah!" Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya syetan mengalir pada diri manusia sebagaimana berjalannya darah dalam tubuh manusia, maka aku takut kalau ia melemparkan sesuatu dalam hatimu atau beliau bersabda: kejelekan—" (Shahih: Muttafaq 'Alaih)

بِإِسْنَادِهِ بِهَذَا قَالَتْ حَتَّى إِذَا كَانَ عِنْدَ بَابِ الْمَسْجِدِ الَّذِي عِنْدَ بَابِ أُمِّ سَلَمَةَ مَرَّ بِهِمَا رَجُلَانِ وَسَاقَ مَعْنَاهُ

2471. Dari Shafiyah ... dengan sanadnya ini... ia berkata, "Sehingga ketika beliau mendekati pintu masjid, yaitu disamping pintu Ummu Salamah, ada dua orang sedang berjalan..." lalu ia memaparkan isi haditsnya. (Shahih: Muttafaq 'Alaih)

Shahih Sunan Abu Daud Kitab PUASA 78. Dimana I'tikaf ltu Berada?



نَافِعًا أَخْبَرَهُ عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ قَالَ نَافِعٌ وَقَدْ أَرَانِي عَبْدُ اللَّهِ الْمَكَانَ الَّذِي كَانَ يَعْتَكِفُ فِيهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ الْمَسْجِدِ

2465. Dari Nafi', dari Ibnu Umar: Nabi SAW dulu beri'tikaf pada sepuluh hari akhir pada bulan Ramadhan. Nafi' berkata, "Sungguh, Abdullah telah memperlihatkan padaku tempat yang dulu dipakai Nabi SAW untuk beri'tikaf di dalam masjid itu." (Shahih: Muslim dan Bukhari)

Dalam redaksi Bukhari tidak ada ucapan nafi', "Sungguh, Abdullah."

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْتَكِفُ كُلَّ رَمَضَانَ عَشَرَةَ أَيَّامٍ فَلَمَّا كَانَ الْعَامُ الَّذِي قُبِضَ فِيهِ اعْتَكَفَ عِشْرِينَ يَوْمًا

2466. Dari Abu Hurairah, ia berkata: Nabi SAW selalu berti'tikaf setiap bulan Ramadhan selama sepuluh hari. Namun ketika pada tahun Nabi dipanggil oleh Allah (meninggal dunia), beliau beri'tikaf selama dua puluh hari. (Shahih: Bukhari)

77 xxx


Shahih Sunan Abu Daud Kitab PUASA 76. Ucapan Orang yang Berpuasa ketika Mendapat Undangan Makan



عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دُعِيَ أَحَدُكُمْ إِلَى طَعَامٍ وَهُوَ صَائِمٌ فَلْيَقُلْ إِنِّي صَائِمٌ

2461. Dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasululah bersabda, "Jika salah seorang dari kalian diundang makan, sementara ia sedang berpuasa, maka katakanlah, 'Sesungguhnya aku sedang berpuasa'." {Shahih'. Muslim)

Shahih Sunan Abu Daud Kitab PUASA 75. Orang Berpuasa yang Diundang Walimah


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دُعِيَ أَحَدُكُمْ فَلْيُجِبْ فَإِنْ كَانَ مُفْطِرًا فَلْيَطْعَمْ وَإِنْ كَانَ صَائِمًا فَلْيُصَلِّ. قَالَ هِشَامٌ وَالصَّلَاةُ الدُّعَاءُ

2460. Dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah bersabda, "Jika salah seorang di antara kalian ada yang diundang walimah, maka penuhilah undangan itu. Jika tidak sedang berpuasa maka makanlah, namun jika sedang berpuasa maka shalatlah (berdoalah). " Hisyam berkata (periwayat hadits ini), "Shalat di situ maksudnya berdoa." {Shahih: Muslim)